Tundukkan Djokovic, Khachanov juarai Paris Masters

Karen Khachanov menorehkan salah satu kejutan di dunia tenis dengan menang 7-5, 6-4 atas Djokovic untuk memenangi final Paris Masters, yang sekaligus mengakhiri laju dominan petenis Serbia itu pada Minggu malam WIB.

Seperti dilansir laman resmi turnamen, petenis Rusia 22 tahun itu telah menjadi salah satu bakat muda yang menonjol di dunia tenis, namun hanya sedikit orang yang menduda ia akan mampu menghabisi bintang Serbia tersebut, yang sedang menjalani laju kemenangan dalam tiga bulan dan 22 pertandingan.

Djokovic diperkirakan akan merayakan kembalinya ia ke peringkat satu dunia pada Senin dengan raihan gelar Paris Masters kelimanya, namun ia justru takluk dalam waktu satu jam 37 menit di tengah 31 pukulan winner dari Khachanov.

Baca juga: Djokovic kembali teratas dengan kemenangan Paris

Khachanov, yang tampil lincah di sekeliling lapangan, mengambil keuntungan dari Djokovic yang terlihat kelelahan setelah sepekan diganggu gejala seperti flu.

Bahkan meski petenis Serbia SBOBET itu juga mungkin masih menderita dampak dari pertarungan tiga jamnya dengan Roger Federer di semifinal pada Sabtu, Khachanov memang menampilkan kualitas serangan yang luar biasa.

Mencatatkan kemenangan keempatnya atas petenis sepuluh besar dunia pekan ini, Khachanov, yang permainan bertenaganya mengingatkan pada idolanya Marat Safin, petenis Rusia terakhir yang menjadi pemenang di Paris, mendapatkan hadiah terbesar dalam kariernya.

Stephens dan Svitolina akan berhadapan di puncak WTA Finals

Jakarta (ANTARA News) – Sloane Stephens dan Elina Svitolina mencatatkan kemenangan melalui pertarungan tiga set pada Sabtu untuk berhadapan di pertandingan puncak WTA Finals.

Stephens kalah pada delapan gim pertama di semifinalnya melawan Karolina Pliskova, sebelum petenis AS itu membalikkan situasi pada set kedua untuk mencatatkan kemenangan 0-6, 6-4, 6-1 atas petenis Ceko itu, seperti dilansir dari laman resmi WTA.

“Saya sedikit gugup dan tidak merasakan bola dengan baik, dan ia benar-benar mengungguli saya pada awalnya,” kata Stephens seperti dikutip dari Reuters.

“Saya hanya berusaha bertahan, mengembalikan sebanyak mungkin bola semampu saya dan saya benar-benar bangga terhadap perjuangan saya hari ini.”

Pada pertandingan yang dimainkan lebih awal, petenis Ukraina Svitolina tampil gemilang saat bertahan untuk mengatasi kekuatan Kiki Bertens dengan kemenangan 7-6, 6-7(5), 6-4 atas petenis Belanda itu pada pertarungan sengit di Singapura.

Hanya sedikit orang sbobet indonesia yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi ketika Svitolina memulai pertandingan, di mana ia dengan agresifitasnya begitu dominan atas Stephens, ketika petenis Ceko itu memenangi set pertama dalam waktu 31 menit.

Pliskova juga tampil tanpa kenal lelah pada awal set kedua, kembali mematahkan serve lawannya untuk memenangi gim kedelapan secara beruntun sebelum Stephens akhirnya mendapatkan poin, berteriak selayaknya ia memenangi pertandingan saat mampu balas mematahkan serve lawannya.

Bertekad kuat untuk terhindar dari dipermalukan habis-habisan, Stephens memperbaiki penampilannya dan memenangi lima dari tujuh gim berikutnya untuk mengejar ketertinggalan ketika Pliskova kesulitan mempertahankan kecepatan.

Set terakhir dimulai dengan pertarungan di baseline, di mana kedua petenis mampu bertahan dengan baik, sampai Stephens memperlihatkan penampilan mengesankan yang membuatnya memenangi gelar AS Terbuka 2017.

Membungkam para pembenci

Svitolina tiba di Singapura dengan tekad “membungkam para pembenci,” yang menurutnya beranggapan bahwa ia tidak layak berada di turnamen ini, dan petenis Ukraina itu tampil brilian untuk memenangi ketiga pertandingan grup dan semifinal.

“Pada akhirnya, ini hanya mengenai berlari dan mengejar semua bola… Levelnya sangat berat, kami berdua bermain baik, saya gembira dapat menyelesaikannya,” tutur Svitolina.

Svitolina memulai pertandingan dengan lebih baik, mengejar setiap bola untuk dapat mematahkan serve lawannya namun Bertens yang agresif dapat balas mematahkan serve ketika ia mulai menemukan jangkauan forehandnya dengan bola-bola topspin.

Svitolina seperti hanya menjadi penonton saat lawannya bangkit, namun ia mengandalkan permainan pasifnya dan berkonsenstrasi di kedalaman pada kebalikan arah pukulan lawan, mengambil keuntungan dari kelengahan mental Bertens untuk memenangi set pembukaan ketika sang lawan melakukan double fault.

Masukan dari pelatih Raemon Sluiter terlihat telah membantu Bertens memaksimalkan unforced errornya, namun petenis peringkat sembilan dunia itu tidak mampu berbuat banyak pada set kedua, gagal mengonversi empat peluang untuk menyamakan kedudukan.

Svitolina berusaha menjaga bola tetap bergulir dan melakuan reli dari tertinggal 3-5 untuk membuat laga ini harus ditentukan dengan tiebreak, di mana petenis Belanda yang menjadi lawannya tertepikan setelah menemukan kembali ketajamannya.

Petenis Ukraina itu mendapatkan tiga break beruntun pada awal set ketiga untuk memimpin dan memaksimalkan peluangnya untuk menyelesaikan pertandingan, memastikan kemenangan pada gim ke-10.

Stephens unggul 2-1 atas Svitolina dalam catatan head to head mereka, petenis AS itu mencatatkan kemenangan straight set atas sang petenis Ukraina pada pertemuan terakhir di Piala Rogers pada Agustus.

Diaspora Indonesia gelar turnamen tenis di Oman

London (ANTARA News) – Indonesian Diaspora Network Chapter Oman (IDN Oman) mengelar turnamen tenis persahabatan bagi warga Indonesia di negara anggota Gulf Cooperation Council (Dewan Kerja Sama Negara-negara Arab di Kawasan Teluk) yang diadakan di Muscat, Oman, dengan nama Indonesian GCC Tennis Friendship 2018., pada akhir pekan.

Pensosbud KBRI Oman R. M Virgino Rikaryanto kepada Antara London, Minggu mengatakan pada upacara pembukaan di Stadion Sultan Qaboos, Muscat, Ketua Panitia Yuda Rosapari menyampaikan meskipun turnamen ini dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat, hanya kurang dari 1 bulan. Namun animo peserta sangat tinggi dengan kehadiran 40 pemain dari lima negara Teluk, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait dan Oman sebagai tuan rumah.

Selain di Lapangan Tenis Stadion Sultan Qaboos, kejuaraan juga digelar di Lapangan Tenis Petroleum Development Oman (PDO) Ras Al Hamra Club, Qurum. Turnamen yang penuh persahabatan dan persaudaraan ini juga menjadi ajang reuni bagi peserta karena banyak dari mereka dulunya merupakan rekan sekantor atau alumni dari perguruan tinggi yang sama.

Terpilihnya Oman sebagai tuan rumah tidak lepas dari banyak faktor, antara lain alamnya yang indah dan alami, mudahnya akses masuk dari negara-negara Teluk lain, khususnya dari UEA yang dapat dilalui dengan jalur darat, serta hubungan yang baik secara politis dengan negara tetangganya. Oman juga memberikan kemudahan dalam proses aplikasi visa bagi pemegang paspor Indonesia.

Piala bergilir edisi pertama berhasil direbut delegasi dari UEA setelah mengalahkan tim Qatar pada babak final yang berlangsung Sabtu (8/12) di Stadion Sultan Qaboos. Peringkat ketiga diraih tim tuan rumah Oman, disusul Arab Saudi dan Kuwait.

Selepas bercucur keringat di lapangan, para peserta berkumpul di Wisma Duta Besar RI untuk menghadiri upacara penutupan bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, dan Ketua IDN Oman, Haposan Situmorang.

Kepada panitia dan peserta, Musthofa menyampaikan harapan agar pada tahun mendatang, peserta pertandingan akan lengkap dengan bergabungnya diaspora Indonesia dari Bahrain yang tahun ini belum dapat ikut serta.

Dubes Musthofa mengharapkan dengan mengikutsertakan cabang-cabang olah raga lainnya yang juga banyak diminati, seperti bowling, futsal ataupun golf. Bahkan dimasa datang, jaringan yang sudah terbentuk ini perlu terus dikembangkan ke bidang lain, seperti ekonomi dan kebudayaan.

Sementara itu, Haposan Situmorang mengapresiasi kerja panitia turnamen yang sukses menggelar acara ini dalam waktu yang relatif singkat dan melibatkan semua elemen masyarakat Indonesia di Oman, mulai dari para pengurus IDN Oman, komunitas tenis Indonesia di Oman, ibu-ibu yang mempersiapkan dukungan logistik, serta Medco LLC selaku sponsor utama.

Menurut Haposan, kegiatan ini tidak hanya mendekatkan para diaspora di antara negara-negara GCC tetapi juga meningkatkan ikatan kekerabatan di kalangan diaspora Indonesia di Oman.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Serena Williams konfirmasi kembali tampil di Australia Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Serena Williams akan meneruskan perjuangannya untuk meraih 24 gelar Grand Slam di Australia Terbuka pada Januari tahun depan, setelah panitia penyelenggara pada Rabu mengonfirmasi partisipasinya di turnamen yang ia menangi untuk ketujuh kalinya di penampilan terakhirnya pada 2017, demikian dilansir laman resmi WTA.

Petenis AS 37 tahun itu meraih kemenangan atas kakak kandungnya, Venus, di final dua tahun silam saat sedang menjalani kehamilan untuk pekan kedelapan di mana putrinya Alexis Olympia, lahir pada September.

Williams mencapai final Wimbledon dan AS Terbuka setelah ia kembali bermain pada tahun lalu namun kalah di kedua laga puncak itu, membuat ia masih terpaut satu gelar dari rekor koleksi gelar tunggal milik petenis Australia Margaret Court.

Penampilannya di final untuk terakhir kalinya adalah pada final di Flushing Meadows, di mana kekalahannya dari Naomi Osaka dibayang-bayangi pertikaiannya dengan wasit Carlos Ramos.

Williams dijadwalkan untuk tampil pada turnamen eksebisi di Abu Dhabi pada pekan terakhir tahun ini, sebelum menuju Australia untuk melakukan pemanasan terhadap upayanya meraih gelar di Piala Hopman di Perth.

Juga di antara 102 petenis putri dan 101 petenis putra yang telah mengonfirmasi keikut sertaannya pada Grand Slam pertama 2019 adalah runner up lima kali Andy Murray, yang absen pada tiga dari empat turnamen utama tahun lalu karena cedera pinggang.

Petenis Skotlandia berusia 31 tahun itu memasuki turnamen dengan peringkat keduanya yang terlindungi setelah tergelincir turun ke peringkat ke-259 dunia setelah menjalani operasi pada cedera sendinya.

Juara bertahan Roger Federer akan bertekad meraih mahkota utama putra untuk ketujuh kalinya pada 14-27 Januari, sedangkan Caroline Wozniacki akan menandai upaya perdananya mempertahankan gelar Grand Slam di Melbourne Park.

Baca juga: Serena Williams konfirmasi akan kembali tampil di Australia Terbuka

Baca juga: Serena berselisih di final AS Terbuka, Osaka tidak merasa terganggu

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Djokovic tundukkan Zverev di ATP Finals

Jakarta (ANTARA News) – Petenis Serbia, Novak Djokovic, mencatatkan kemenangan ke-834 dalam ATP Tour sepanjang kariernya dengan mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev 6-4, 6-1 dalam pertandingan ATP Finals di O2 Arena, London, Inggris, Rabu setempat.

Hasil itu menempatkan Djokovic di puncak klasemen grup Guga Kuerten, setelah ia mengantongi dua kemenangan, demikian laman resmi turnamen.

Ia akan melaju ke empat besar pada turnamen penutup musim untuk kedelapan kalinya jika petenis AS John Isner menaklukkan Marin Cilic pada pertandingan yang berlangsung kemudian. Unggulan teratas itu juga akan mencapai semifinal jika Cilic menaklukkan Isner dalam tiga set.

Zverev sempat memberikan sedikit perlawanan di set pembuka, namun Djokovic tampil dominan sepanjang laga.

Djokovic, yang bakal menutup tahun sebagai petenis peringkat satu dunia untuk kelima kalinya, hanya melepaskan tiga pukulan winner pada set pembukaan namun mengandalkan permainan middle game untuk memenangi set pertama.

Zverev kemudian hancur berkeping-keping, kalah pada lima gim terakhirnya pada laga-laga yang berlangsung berat sebelah, sebuah pola yang berlangsung di O2 Arena tahun ini, di mana tujuh pertandingan pembukaan seluruhnya habis dalam dua set saja.

Djokovic memenangi 33 dari 35 pertandingan terakhirnya, dan terlihat tidak dapat dihentikan ketika ia mengincar gelar ATP Finals keenamnya.

Baca juga: Nadal mundur dari ATP finals, Djokovic bertengger di puncak peringkat akhir tahun

Zverev, yang mencatatkan 55 kemenangan dalam ATP Tour tahun ini, bersaing ketat dengan Djokovic dari baseline dan terlihat memiliki kekuatan di baseline untuk membuat cemas sang lawan, melepaskan 15 pukulan winner pada set pembukaan.

Djokovic melepaskan pukulan forehand yang mengenai net saat melakukan servis pada kedudukan 4-4, 30-30, memberikan break point kepada Zverev yang tidak dapat dikonversinya.

Djokovic kemudian melakukan double fault untuk memberi peluang lain bagi Zverev untuk memenangi set, namun kali ini sang petenis Jerman melepaskan pukulan lob melebar setelah sang petenis Serbia mendekati net.

Situasi tak membaik bagi Zverev di gim berikutnya, dan hal itu terbukti ketika ia melakukan double fault untuk kalah di set tersebut.

Penampilan Zverev terlihat merosot dan meski sempat menggenggam sevis pada kedudukan 1-1, ia tidak mampu memberikan perlawanan lagi ketika Djokovic memenangi lima gim beruntun.

Kendati demikian, perjalanan Zverev belum sepenuhnya berakhir, ia yang sudah mengantongi satu kemenangan atas Ciric bakal menjaga peluangnya untuk pertama kalinya melaju ke semifinal jika berhasil mengalahkan Isner pada Jumat (16/11).

Baca juga: Djokovic tundukkan Isner di ATP finals

Baca juga: Taklukkan Thiem, harapan Federer di ATP Finals masih terbuka

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Radwanska gantung raket

Jakarta (ANTARA News) – Petenis Polandia Agnieszka Radwanska mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri kariernya yang telah berlangsung selama 13 tahun karena alasan-alasan kesehatan, seperti disampaikan melalui akun Facebook pribadinya, Rabu.

Mantan petenis peringkat dua dunia itu merupakan petenis Polandia pertama yang mencapai final Grand Slam di era terbuka, ketika ia kalah di final Wimbledon dari Serena Williams pada 2012.

Petenis 29 tahun yang telah meraih 20 gelar WTA itu merupakan salah satu petenis paling konsisten dalam rangkaian WTA Tour, menyelesaikan musim dengan bertengger di peringkat 10 besar selama enam musim beruntun antara 2011 hingga 2016.

Bagaimanapun, ia kesulitan untuk mengeluarkan penampilan dan kebugarannya dalam musim terakhir dan tidak pernah meraih gelar sejak Oktober 2016.

“Sayangnya, saya tidak lagi mampu berlatih dan bermain sebagaimana yang biasa saya lakukan, dan belakangan tubuh saya tidak mampu menjawab ekspektasi-ekspektasi saya,” kata Radwanska, dalam pernyataannya.

“Dengan mempertimbangkan kesehatan saya dan beratnya beban di tenis profesional, saya harus mengakui bahwa saya tidak mampu mendorong tubuh saya terhadap batas-batas yang diminta,” ujarnya menambahkan.

Sebagai tambahan terhadap penampilannya di final Wimbledon, Radwanska dua kali mencapai semifinal Australia Terbuka, dan memenangi WTA Finals pada 2015.

“Saya gantung raket dan mengatakan selamat tinggal kepada tur pro, namun saya tidak meninggalkan tenis,” tulisnya

“Tenis adalah dan selalu merupakan hal istimewa dalam hidup saya. Namun sekarang inilah saatnya untuk tantangan-tantangan baru, ide-ide baru, yang setara dengan apa yang ada di lapangan tenis, mudah-mudahan,” demikian pernyataan Radwanska.

Baca juga: Pliskova tanpa kesulitan lewati Boulter untuk melangkah ke semifinal Tianjin

Baca juga: Stephens dan Svitolina akan berhadapan di puncak WTA Finals

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ditinggal sahabat, Isner sulit fokus bertanding

 Jakarta,  (ANTARA News) – Petenis AS John Isner mengakui bahwa sangat sulit baginya untuk berkonsentrasi pada pertandingan kedua putaran Final ATP menghadapi Marin Cilic setelah mengetahui sahabatnya dan sekaligus mantan pelatih fisiknya, Kyle Morgan, meninggal dunia.

Seperti dikutip Reuters, Kamis, Morgan, mantan pemain sepak bola klub Universitas Florida berusia 35 tahun itu ditemukan meninggal Senin lalu setelah sebelumnya dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.

Tidak ada penjelasan lebih jauh, baik dari pihak keluarga maupun pihak lain mengenai penyebab kematian Morgan.

 “Saya baru mengetahui dua hari lalu setelah saya kalah dari Novak Djokovic,” kata Isner setelah kekalahan 7-6 (2), 3-6,, 4-6 dari Djokovic, sekaligus kekalahan kedua dalam debutnya di turnamen akhir tahun itu.

“Sangat, sangat sulit bagi saya untuk bermain,” katanya menambahkan.

“Ketika tamat kuliah, saya bekerja sama secara ekslusif dengan Kyle, mungkin selama tujuh tahun. Empat sampai lima kali seminggu selama tujuh tahun. Kami juga tinggal bersama,” katanya.

“Tentu saja kami sangat dekat. Tidaknya menyedihkan buat saya, tapi juga bagi banyak orang. Ia adalah pria yang menyenangkan,” kata Isner.

 Sebelumnya, petenis peringkat sepuluh dunia itu menulis sebuah pesan di akun Instagram, disertai foto mereka berdua.

“Sulit untuk menjelaskan bagaimana saya menyayangi kamu bagaimana kamu telah membuat saya seperti sekarang. Hati saya dan semua yang mengenalmu benar-benar sedih,” tulis Isner.

“Meski banyak perbedaan, kami tidak terpisahkan. Kamu adalah pelatih fisik dengan pengetahuan sangat luas dan selama bertahun-tahun kita habiskan di gym agar saya bersaing di tingkat paling tinggi,” katanya.

“Kyle Steve Morgan, saya menyayangimu, Bro. Kamu telah pergi dan tidak akan pernah dilupakan,” katanya menambahkan.

 Isner pada pertandingan berikutnya akan menghadapi petenis Jerman Alexander Zverev di 02 Arena, tapi sudah tidak punya harapan untuk lolos ke babak semifinal.

Baca juga: Isner raih gelar kelimanya di Atlanta

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Zverev taklukkan Federer di semifinal ATP Finals

Jakarta (ANTARA News) – Alexander Zverev mencatatkan salah satu kemenangan paling signifikan sepanjang kariernya ketika ia menaklukkan Roger Federer untuk mencapai laga puncak ATP Finals, namun ia mendapat cemooh dari para penonton yang berada di O2 Arena pada Minggu dini hari WIB.

Seperti dilansir laman resmi kompetisi, petenis Jerman 21 tahun itu tampil gemilang dan meraih kemenangan 7-6, 7-6 atas juara enam kali tersebut di semifinal.

Namun, bukannya dapat merayakan kesuksesan untuk menjadi petenis Jerman pertama sejak Boris Becker pada 1996 yang mencapai final turnamen yang levelnya tidak begitu jauh dari Grand Slam, ia diolok-olok para penonton saat memberi pidato setelah pertandingan.

Dengan kondisi Zverev melakukan serve kedudukan 3-4 pada tiebreak set kedua, Federer bertahan di baseline saat melakukan reli ketika lawannya meneriakkan “tahan” dan menghentikan poin setelah salah seorang ballboy menjatuhkan bola di salah satu sudut lapangan.

Petenis Swiss itu terlihat terkejut, namun setelah wasit asal Brazil Carlos Bernardes melakukan pemeriksaan terhadap ballboy, poin itu dimainkan ulang.

Para penonton yang sebagian besar merupakan penggemar Federer jengkel, namun Zverev berupaya menenangkan diri dan melepaskan pukulan ace keras untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
 
Federer kemudian gagal saat berupaya melakukan pukulan voli dalam kedudukan 4-5, dan dua poin kemudian Zverev mengunci kemenangan ketika ia melepaskan pukulan voli backhand.

Sayangnya, bukannya menikmati kesuksesan karena menaklukkan juara Grand Slam sebanyak 20 kali itu di salah satu arena favoritnya, sang petenis muda justru harus meminta maaf untuk situasi yang bukan disebabkan kesalahannya.

“Saya ingin meminta maaf untuk situasi pada tiebreak,” kata Zverev di lapangan. “Ball boy menjatuhkan bola dan menurut peraturan kami harus memainkan ulang poin.”

“Saya meminta maaf kepada Roger di net dan ia berkata, “Tidak apa-apa, itu ada dalam peraturan.”

Cemooh kembali ramai, memaksa pewawancara di lapangan Annabel Croft untuk menyuarakan pendapatnya.

“Saya tidak yakin mengapa Anda mencemooh, ia mengatakan kebenaran,” ucapnya kepada para penonton “Ball boy bergerak melintasi lapangan dan menginterupsi permainan. Menurut saya Anda perlu sedikit lebih menghormati, itu adalah peraturan.”

Duel seru

Klimaks yang kaos di laga ini membayang-bayangi apa yang menjadi duel seru di mana Federer mengupayakan tipu dayanya melawan kekuatan Zverev dari baseline.

Setelah 11 gim tanpa break point, Federerlah yang mendapatkan break point pertama.

Zverev melepaskan pukulan forehand melengkung melewati garis untuk membuat kedudukan menjadi 0-30 saat Federer melakukan serve, dan kemudian mendapatkan dua poin dan memenangi set ketika pukulan forehand sang unggulan kedua tidak maksimal.

Federer tidak mau menyerah tanpa memberikan perlawanan ketat dan pukulan backhand membuat ia mendapatkan break pada awal set kedua, namun Zverev dapat mengembalikannya.

Yel-yel “Ayo Roger, Ayo Roger” menggema di seantero arena, ketika tiebreak set kedua dimulai namun Zverev mampu mempertahankan ketenangannya untuk memenangi pertandingan.

Baca juga: Taklukkan Thiem, harapan Federer di ATP Finals masih terbuka

Baca juga: Djokovic tundukkan Zverev di ATP Finals
 

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Becker puji Zverev sebagai generasi baru terbaik

Jakarta (ANTARA News) – Legenda tenis Jerman Boris Becker, memuji Alexander Zverev yang juga dari Jerman, sebagai yang terbaik dari generasi baru petenis putra setelah kemenangannya di ATP Finals untuk pertama kalinya setelah secara beruntun mengalahkan Roger Federer dan Novak Djokovic.

Setelah mengatasi Federer, juara 20 kali Grand Slam di semifinal, Sabtu, petenis berusia 21 tahun itu kemudian mengalahkan petenis nomor satu dunia Djokovic dengan dua set langsung 6-4, 6-3 di final dan sekaligus meraih prestasi terbaik sepanjang karirnya sejauh ini.

Dengan kemenangan itu, Zverev yang juga telah memenangi gelar di Washington, Madrid, dan Munich musim ini, akan menempati peringkat empat besar dunia untuk tahun kedua berturut-turut.

“Selama bertahun-tahun kami telah mengatakan bahwa tenis membutuhkan wajah baru dan pemain baru yang kuat – dan dia membuktikan dia adalah yang terbaik dari generasi berikutnya,” kata Becker, yang terakhir yang memenangkan ATP Finals pada 1995.

“Mengalahkan Novak Djokovic di final adalah kemenangan besar bagi Sascha (Zverev). Itu adalah pertandingan besar yang kami semua nantikan darinya,” kata Becker seperti dikutip BBC.

“Ya … dia mengalahkan Djokovic dan Federer sebelumnya, tetapi untuk mengalahkan mereka secara beruntun di salah satu turnamen terbesar di dunia itu telah membuktikan bahwa ia menjadi pemain hebat berkutnya,” kata kata Becker.

Becker, pemenang Grand Slam enam kali, mengatakan Zverev memiliki potensi untuk menjadi “superstar baru” tenis dunia dan mendukung rekan senegaranya untuk memenuhi janjinya di bawah pelatih Ivan Lendl.

Lendl, delapan kali juara turnamen Grand Slam sudah telah bekerja sama dengan Zverev sejak Agustus lalu.

“Saya senang dia sekarang memiliki Lendl sebagai pelatih karena Ivan dapat menceritakan kepadanya kisah yang sama yang dapat saya sampaikan kepadanya dan membawa pemahaman tentang permainan itu kepada timnya,” kata Becker yang sekarang berusia 50 tahun.

Baca juga: Zverev taklukkan Djokovic untuk menjuarai ATP Finals
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Zverev taklukkan Djokovic untuk menjuarai ATP Finals

Jakarta (ANTARA News) – 24 jam setelah dicemooh karena menaklukkan salah satu petenis terbaik, Alexander Zverev kembali mengalahkan salah satu petenis papan atas ketika ia mengejutkan Novak Djokovic untuk memenangi gelar ATP Finals pada Senin dini hari WIB.

Seperti dilansir laman resmi ATP, Zverev, yang disebut-sebut akan memimpin olahraga ini menuju era emas yang baru saat trio Roger Federer, Djokovic, dan Rafael Nadal gantung raket, mengambil keuntungan penuh dari permainan tidak maksimal sang petenis Serbia untuk meraih kemenangan 6-4, 6-3.

Zverev yang lahir di Hamburg mendapat cemooh dan cacian pada Sabtu oleh para penonton yang menggemari Federer karena ia menaklukkan sang juara enam kali itu setelah tiebreak set kedua yang kontroversial.

Bagaimanapun, saat melawan petenis peringkat dua dunia Djokovic, 18.000 penggemar di 02 Arena menyuarakan dukungan mereka ketika ia menampilkan level permainan tenis yang tidak dapat ditandingi lawannya.

Ia melepaskan 20 pukulan winner berbanding tujuh pukulan winner yang dilepaskan Djokovic — yang terakhir adalah pukulan backhand untuk mengakhiri duel selama satu jam 19 menit itu.

Terkait menjadi juara termuda ATP Finals sejak Djokovic, juga pada usia 21 tahun, pada 2008, Zverev memberikan psan yang jelas bahwa ia siap menghabiskan banyak waktu di tenis papan atas dan mulai mengakumulasi hadiah-hadiah terbesar di olahraga ini.

Djokovic, yang penampilan penuh kesalahannya merupakan suatu kejutan setelah pekan yang dominan di London tenggara, di mana ia juga menang mudah di putaran round-robin atas Zverev, dengan sportif berjalan mengitari net untuk memberi selamat kepada sang pemenang — saat sang petenis Jerman masih terbaring di lantai karena tidak percaya dengan kemenangannya.

Zverev, adik kandung petenis Mischa Zverev dan kini dilatih oleh juara turnamen utama delapan kali Ivan Lendl, belum pernah melewati perempat final di turnamen Grand Slam.
 
Bakat alami

Masih ada ujian untuk tahun depan, namun pada Minggu Zverev memperlihatkan tanda-tanda kedewasaan, seiring dengan bakat alam dan kekuatan pukulan yang membuatnya digadang-gadang sebagai calon petenis peringkat satu di masa yang akan datang.

Pukulan forehandnya, yang sering dianggap sebagai kelemahan, merupakan senjata maut dan ia memperlihatkan keinginan untuk menyerang dari net — kemampuan yang mungkin ia pelajari dari saudara kandungnya.

Hal yang paling impresif adalah ia sering menampilkan reli-reli panjang dari baseline, yang biasanya digunakan Djokovic sebagai dasar untuk 14 gelar Grand Slamnya.

Delapan gim pembukaan berlangsung layaknya pertandingan tinju di mana kedua petenis mencari kelemahan lawannya — meski sudah jelas bahwa Zverev dibekali dengan pukulan-pukulan yang lebih keras.

Djokovic, pemenang sebanyak 35 kali dari 37 pertandingan terakhirnya pada paruh kedua tahun di mana ia kembali mampu menduduki peringkat pertama, tidak pernah kehilangan serve sepanjang pekan dan hanya menghadapi dua break point dalam empat pertandingan sebelumnya.

Namun dalam kedudukan 4-4, ia melakukan pukulan pukulan forehand yang membentur net untuk memberi peluang Zverev melakukan serve untuk menutup set.

Zverev memaksimalkan peluangnya — melepaskan tiga ace secara beruntun kemudian memenangi set ketika pukulan forehand Djokovic terlalu panjang.

Djokovic kemudian menggebrak dalam dua service gim pertamanya di set kedua, masing-masing dengan mematahkan serve Zverev untuk pertama kalinya ketika sang petenis Jerman mengendurkan permainannya.

Para penonton masih berharap Djokovic dapat bangkit namun hal itu tidak pernah terwujud, dan pada kedudukan 5-3 petenis 31 tahun itu semakin terpuruk, melakukan double fault untuk membantu Zverev mendapatkan dua match point.

Ia dapat menggagalkan match point pertama, namun tidak mampu berbuat banyak ketika Zverev melepaskan pukulan backhand untuk menutup penampilan briliannya.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Turnamen Tenis Meja Asia Tenggara

Petenis meja putri Indonesia, Anatasya Fabian (kanan) servis bola ke arah lawannya petenis meja putri Filipina Emy Rose Dael pada babak penyisihan Grup B Turnamen Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA) 2018 di GOR Merpati, Denpasar, Bali, Kamis (15/11/2018). Tim putri Indonesia menang atas Filipina dengan skor 3-2. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama.

Djokovic tundukkan Isner di ATP finals

Jakarta (ANTARA News) – Novak Djokovic menaklukkan John Isner dengan skor 6-4, 6-3 pada pertandingan putaran pertama ATP Finals yang berlangsung pada Senin dini hari WIB di O2 Arena, London, Inggris.

Baca juga: Nadal mundur dari ATP finals, Djokovic bertengger di puncak peringkat akhir tahun

Seperti dilaporkan laman resmi turnamen, petenis Serbia itu selanjutnya akan berhadapan dengan petenis Jerman Alexander Zverev di pertandingan kedua turnamen yang menggunakan sistem round robin ini. Zverev yang berusia 21 tahun itu menaklukkan Marin Cilic asal Kroasia dengan skor 7-6(5), 7-6(1) di Grup Gustavo Kuerten pada pertandingan yang dimainkan lebih awal.

Isner, yang pada usia 33 tahun merupakan petenis “tua” yang pertama kali tampil di turnamen penutup musim, sejak Andres Gimeno yang melakukan debutnya dalam usia 35 tahun pada 1972, mampu memberi sedikit perlawanan namun ia bukan lawan yang seimbang bagi Djokovic dalam pertarungan selama 73 menit tersebut.

Djokovic hanya kehilangan empat poin saat ia melakukan serve di set pertama. Namun, yang paling mencemaskan bagi Isner adalah cara sang lawan membaca permainannya yang sangat baik karena Isner melakukan pengembalian-pengembalian bola dari baseline dengan “monoton.”

“Tentu saja Ia merupakan pengembali bola terbaik yang pernah saya hadapi,” kata Isner seperti dikutip Reuters. “Terkadang Anda berharap ia sedikit mengendur. Sayangnya, menurut saya hal itu tidak terjadi pada malam ini. Bokong saya seperti disepak.” 

Setelah gagal mengonversi break point dalam dua gim service pembukaan Isner, Djokovic tidak melakukan kesalahan ketika peluang lain datang. Ia melakukan pengembalian dengan forehand untuk mendapatkan pukulan winner dan memimpin 4-2.

Isner menggagalkan set point ketika melakukan serve pada kedudukan 3-5 dan mencatatkan tiga ace secara beruntun untuk bertahan di set itu, namun Djokovic dengan tenang mengunci set pertama.

Djokovic kemudian mematahkan serve Isner pada kedudukan 3-3 di set kedua. Dua gim selanjutnya, Djokovic memastikan kemenangan dengan pukulan backhand menyilang.

Ketika O2 Arena menjadi tempat berburu yang menyenangkan bagi Djokovic di mana empat dari lima gelar ATP Finalsnya didapat di sini, hal serupa tidak dialami Cilic.

Kekalahan petenis Kroasia itu dari Zverev — ulangan kekalahannya dari petenis Jerman itu 12 bulan silam — berarti ia hanya memiliki rekor 1-9 di turnamen ini.

Cilic akan semakin menyesal setelah membiarkan dua set pertama lepas padahal awalnya ia tampil dominan.

Ia mengantungi poin untuk unggul 4-0 dan 5-1, namun membiarkan petenis peringkat kelima dunia Zverev bangkit dan memenangi set pembukaan dengan tiebreak, menguncinya dengan pukulan backhand.

Kedua petenis saling mematahkan serve lawan pada set kedua, sebelum Cilic harus menyelamatkan match point pada kedudukan 4-5.

Tiebreak kedua terjadi dan seperti pada kesempatan sebelumnya, Zverev unggul berkat double fault Cilic untuk membuat kedudukan menjadi 4-1.

Zverev melepaskan pukulan backhand untuk mendapatkan lima match point lagi, dan mengonversi yang pertama dengan pukulan keras yang hanya dapat dikembalikan Cilic ke net. (H-RF).
 

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Djokovic singkirkan Federer di semifinal Paris Masters

Jakarta (ANTARA News) – Novak Djokovic menghancurkan ambisi Roger Federer untuk memenangi gelar ke-100 sepanjang kariernya, ketika ia mencatatkan kemenangan 7-6(6), 5-7, 7-6(3) dalam semifinal Paris Masters yang memperpanjang laju tidak terkalahkannya menjadi 22 pertandingan pada Minggu dini hari WIB.

Seperti dilansir laman resmi turnamen, dalam pertemuan ke-47 antara kedua petenis papan atas ini, Djokovic tampil gigih ketika ia meraih kemenangan beruntun keempat atas Federer melalui tiebreak setelah bertarung selama tiga jam.

Kemenangan ini memberi peluang kepada petenis Serbia tersebut untuk menandai kembalinya ia ke peringkat satu dunia pada Senin dengan memenangi gelar kelimanya di Paris pada final melawan petenis Rusia Karen Khachanov pada Minggu, yang pada laga sebelumnya menang 6-4, 6-1 atas Dominic Thiem.

Djokovic terlihat bangga sekaligus lega setelah berhasil mengatasi permainan Federer, yang tampil mendekati kemampuan terbaiknya.

Baca juga: Djokovic kembali teratas dengan kemenangan Paris

Bahkan meski servenya tidak dapat sekali pun dipatahkan, itu masih tidak cukup bagi petenis Swiss 37 tahun tersebut, yang rasa gugupnya membuat ia gagal dalam tiebreak terakhir yang berlangsung anti klimaks, di mana ia melakukan double fault dan melakukan dua kesalahan groundstroke yang tidak perlu.

Federer mengincar rekor untuk menjadi petenis putra kedua setelah Jimmy Connors, yang mampu memenangi 100 gelar tur profesional, menyusul kemenangan ke-99nya di Basel, namun kali ini perjuangannya harus terhenti.

Juara Grand Slam sebanyak 20 kali itu kalah pada set pertama meski menggenggam set point pada tiebreak, dan Djokovic berada dalam kesulitan dalam set terakhir ketika petenis Serbia itu menerima “code violation” pada kedudukan 4-4 setelah melempar raketnya akibat kesal setelah sang petenis Swiss menyelamatkan dua break point.

Namun Federer harus melihat daya tahannya terhenti ketika Djokovic memperbesar keunggulannya atas petenis Swiss itu menjadi 25-22 setelah duel tiga set terpanjang mereka.

Ini merupakan pertama kalinya dalam 12 tahun di mana Djokovic memenangi empat pertandingan secara beruntun atas Federer, menyamai laju yang diukir petenis Swiss itu pada fase awal rivalitas mereka.

Dalam pertandingan yang dimainkan lebih awal, Khachanov memperlihatkan mengapa ia menjadi salah satu talenta muda yang bersinar berkat kemenangannya atas Thiem.

Petenis 22 tahun asal Rusia itu, yang telah memenangi dua gelar indoor tahun ini, semakin dekat dengan gelar terbesar sepanjang kariernya, menghancurkan petenis Austria yang sekaligus rekan berlatihnya itu dalam pertarungan berat sebelah selama 70 menit.

Ia menaklukkan petenis sepuluh besar dunia untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya menaklukkan Alexander Zverev di perempat final dan mengatasi serve keras John Isner di 16 besar.

Thiem, petenis peringkat delapan dunia yang pada Jumat telah mengamankan tiketnya ke ATP Finals, tidak mampu berbuat banyak untuk mengatasi kedalaman dan kuatnya pukulan Khachanov.

Baca juga: Djokovic singkirkan Coric untuk memenangi gelar Shanghai keempat kali

Baca juga: Djokovic: mendaki gunung hidupkan lagi keberuntungan saya

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Djokovic kembali teratas dengan kemenangan Paris

Paris (ANTARA News) – Novak Djokovic merayakan kembalinya dia ke puncak peringkat tenis dunia dengan langkahnya ke babak perempat final turnamen Paris Masters setelah menaklukkan Damir Dzumhur yang harus menyerah karena cedera di set kedua dalam laga putaran ketiga mereka, Kamis.

Petenis asal Serbia itu, yang pada Rabu telah memastikan dirinya bakal kembali menjadi petenis nomor satu dunia minggu depan seusai Rafa Nadal mengundurkan diri dari turnamen itu karena cedera, memimpin 6-1 2-1 ketika petenis Bosnia menyerah akibat masalah punggung yang telah dirasakannya sejak set pertama.

Djokovic memperpanjang kemenangannya menjadi 20 pertandingan beruntun dan menyamai rekor pribadi menang 29 set secara beruntun yang dimenangkannya saat dia mempertahankan performa luar biasa yang telah membuatnya bangkit dari peringkat ke-22 pada Juni ke puncak permainannya lagi.

Dzumhur, yang berkomitmen untuk berani di lapangan tengah arena Bercy, mengalami peregangan otot di punggung bawah ketika posisi 4-1 di set pembuka.

Dengan menahan rasa sakit, ia tetap berjuang pada game keenam yang berlangsung selama enam menit dan akhirnya ia terpaksa beristirahat untuk kedua kalinya, dan meskipun ia melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan fisio saat time-out dengan menggunakan penahan rasa sakit, tidak ada jalan baginya untuk kembali.

Djokovic, yang tampil dalam performa yang jauh lebih tajam dari pertandingan pembukaannya saat melawan Joao Sousa, merebut set tersebut dalam waktu 39 menit. Begitu dia mendapatkan break yang tak terelakkan saat skor 2-1, petenis Bosnia itu memberi tahu di depan net bahwa dirinya tidak bisa lagi melanjutkan pertandingan.

Baca juga: Djokovic melaju ke putaran ketiga Paris Masters

Mengejar kemenangan ke-33 Masters dan gelar juara Paris kelima untuk catatan rekor, Djokovic akan menghadapi ujian yang jauh lebih menantang di babak delapan besar melawan Marin Cilic, yang sebelumnya tampak sangat bagus ketika mengalahkan Grigor Dimitrov 7-6 (5) 6 -4.

Cilic, yang melangkah lebih dekat untuk mengamankan salah satu tempat yang tersisa dalam final ATP di London, mengalahkan Djokovic di panggung yang setara dua tahun lalu dan dia juga mengalahkannya di final turnamen Queen sebelum Wimbledon.

“Saya sudah sangat dekat dengan London, untuk mengamankan tempat saya secara matematis,” kata Cilic. “Melawan Novak, itu akan menjadi tantangan besar lainnya. Senang rasanya bertanding lagi.”

Harapan John Isner untuk juga membuat final London mendapat pukulan ketika ia kalah 6-4 6-7 (9) 7-6 (8) dalam laga yang sangat melelahkan dengan petenis Rusia Karen Khachanov.

Petenis tangguh asal Amerika itu mendapat empat match point sebelum Khachanov yang berusia 22 tahun, yang mematahkan servisnya sendiri, akhirnya memastikan kemenangannya dengan pukulan backhand tipis di atas net setelah hampir 2,5 jam pertarungan ketat.

Di perempat final, Khachanov akan bertemu unggulan keempat asal Jerman Alexander Zverev, yang membutuhkan waktu 80 menit untuk mengalahkan petenis Argentina Diego Schwartzman 6-4 6-2.

Reuters/D011

Baca juga: Djokovic petik resep juara dari Pegunungan Alpen

Baca juga: Djokovic: mendaki gunung hidupkan lagi keberuntungan saya

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Nadal mundur dari turnamen Paris Masters

Paris (ANTARA News) – Petenis unggulan teratas Rafael Nadal mengundurkan diri dari turnamen Paris Masters sesaat sebelum pertandingan pertama dia melawan sesama petenis Spanyol Fernando Verdasco pada Rabu, yang berarti dia akan kehilangan posisi peringkat satu dunianya dan diambil alih Novak Djokovic.

Nadal, yang sudah tidak bermain sejak tidak melanjutkan pertandingan pada semifinal di AS Terbuka karena cedera, menyebut cedera perut sebagai alasan mundurnya dari Paris Masters.

Padahal petenis 32 tahun itu hanya perlu mengalahkan Verdasco untuk menahan Djokovic, tapi kini petenis asal Serbia itu akan kembali ke posisi nomor satu dunia tanpa menghiraukan sejauh mana dia melaju di Paris.

Djokovic, yang kembali ke bentuk permainan terbaiknya dengan menjuarai Wimbledon dan AS Terbuka tahun ini, mencapai putaran 16 besar di Paris dengan mengalahkan Joao Sousa pada Selasa.

Mundurnya Nadal dari Paris juga akan memunculkan keraguan menyangkut keikutsertaan dia pada turnamen ATP Tour Finals di London.

Petenis Kanada Milos Raonic juga menarik diri dari pertandingan putaran kedua melawan Roger Federer karena cedera siku.

Federer, kembali ke turnamen Bercy itu setelah tiga tahun absen, sedang memburu gelar ke-100 dia setelah merebut gelar Swiss Indoors pekan lalu.

(Reuters/I015)

Baca juga: Nadal undur diri , Del Potro ke final AS Terbuka

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Djokovic melaju ke putaran ketiga Paris Masters

Jakarta (ANTARA News) – Perjuangan Novak Djokovic untuk mengakhiri tahun sebagai petenis peringkat satu dunia berlanjut dengan kemenangan 7-5, 6-1 atas petenis kualifikasi asal Portugal Joao Sousa dalam putaran kedua Paris Masters, Paris, Prancis, Rabu dini hari WIB.

Petenis peringkat dua dunia yang mendapatkan bye pada putaran pertama ini, empat kali mematahkan serve lawannya untuk memperpanjang laju kemenangannya menjadi 19 pertandingan, demikian dilansir Reuters.

Petenis 31 tahun asal Serbia itu kembali memperlihatkan kemampuan terbaiknya musim ini seperti yang ditampilkannya saat memenangi Grand Slam di Wimbledon dan AS Terbuka, serta meraih kesuksesan pada ajang-ajang ATP Masters di Cincinnati dan Shanghai.

Agar Djokovic dapat menggeser Rafa Nadal dari posisi puncak ketika daftar peringkat ATP selanjutnya dirilis pada Senin, ia harus mengungguli petenis Spanyol itu di ibukota Prancis pada pekan ini.

Jika kedua petenis kalah di putaran yang sama, Nadal akan mempertahankan peringkat satu dunianya menjelang turnamen penutup musim ATP Finals di London bulan depan.

Petenis Kanada Milos Raonic bangkit dari tertinggal satu set untuk mencapai putaran kedua berkat kemenangan 6-7(4), 7-6(5), 7-6(5) atas petenis tuan rumah Jo-Wilfried Tsonga.

Pada pertemuan antar sesama mantan finalis itu, Raonic melepaskan 23 ace dan memenangi 89 persen poin-poin serve pertamanya untuk menaklukkan Tsonga dalam pertarungan yang berlangsung kurang dari tiga jam.

Raonic selanjutnya akan bertemu Roger Federer, yang mengejar gelar ke-100 sepanjang kariernya setelah memenangi Swiss Indoors pekan lalu.

Fernando Verdasco, yang mencapai perempat final tahun lalu, memperlihatkan penampilan bagus untuk mengalahkan petenis Prancis Jeremy Chardy dengan skor 6-4, 6-4.

Petenis 34 tahun asal Spanyol itu akan berhadapan dengan kompatriotnya Nadal pada putaran kedua yang berlangsung pada Rabu.

Baca juga: Djokovic singkirkan Coric untuk memenangi gelar Shanghai keempat kali
Baca juga: Djokovic: mendaki gunung hidupkan lagi keberuntungan saya
Baca juga: Djokovic kalahkan del Potro untuk gelar Grand Slam ke-14

 

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Stephens melaju ke empat besar WTA Finals

Jakarta (ANTARA News) – Sloane Stephens melanjutkan debut impiannya di WTA Finals ketika petenis muda itu memenangi pertandingan terakhirnya di Grup Merah melawan Angelique Kerber dengan skor 6-3, 6-3 pada Jumat malam WIB untuk melaju ke empat besar turnamen penutup musim di Singapura ini.

Kerber menikmati musim yang brilian dengan gelar Grand Slam ketiganya di Wimbledon pada Juli, namun petenis peringkat dua dunia ini kesulitan menampilkan permainan terbaiknya di Singapura dan kembali harus takluk dari Stephens, yang kini memiliki rekor head to head 5-1 atas sang petenis Jerman.    

“Saya tetap solid sepanjang waktu. Saya tahu ini akan menjadi pertarungan melawan salah satu petenis tertangguh di tur, maka saya hanya keluar dan bermain sekeras mungkin, dan saya benar-benar senang dengan kemenangan ini,” kata Stephens seperti dikutip dari Reuters.

Stephens mencatatkan tujuh break point pada awal set pertama dan menambah rasa frustrasi petenis Jerman yang menjadi lawannya dengan mengonversi dua break pertama untuk memimpin 5-2, setelah hanya sedikit hal yang menjadi pembeda di antara kedua petenis yang mengandalkan permainan di baseline ini pada awal pertandingan.

Satu ace mengamankan set point pertama dari tiga set point namun ia tidak dapat mengonversi yang lain ketika Kerber berhasil menyamakan kedudukan. Kegembiraan petenis Jerman itu hanya berlangsung singkat, ketika Stephens kembali mematahkan break lawan untuk memenangi set pembukaan.

Baca juga: Stephens taklukkan Osaka di WTA Finals

Gim demi gim berlangsung lebih panjang ketika level intensitas meningkat, dan kedua petenis saling balas melakukan break pada awal set kedua sampai penampilan Kerber mengendur ketika servenya dipatahkan pada gim kedelapan, dan sang petenis AS melaju untuk mengamankan kemenangan.

Dalam semifinal yang berlangsung pada Sabtu, Stephens akan menghadapi petenis Ceko Karolina Pliskova pada laga yang berlangsung malam hari.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Osaka mundur, Kiki Bertens ketiban pulung

Singapura (ANTARA News) – Petenis Belanda, Kiki Bertens, melangkah ke babak empat besar turnamen WTA Finals setelah lawannya, Naomi Osaka, mundur di tengah pertandingan akibat cedera kunci paha kiri di Kallang, Singapura, Jumat.

Osaka, sang jawara AS Terbuka itu, memasuki pertandingan dengan kaki yang dibalut dan dia hanya mampu bertanding setengah set sebelum menyatakan mundur dari pertandingan di tengah keunggulan Bertens 6-3.

“Tidak menyenangkan memenangi pertandingan seperti ini dan saya harap dia segera pulih,” kata Bertens.

“Saya akan menjaga laju ini, pekan ini saya sudah bertanding dengan berat dan hari ini cukup membantu saya untuk memulihkan stamina,” tambah petenis berusia 26 tahun tersebut.

Bertens menjadi satu-satunya petenis unggulan tersisa dalam turnamen tersebut, setelah sebelumnya unggulan pertama asal Rumania, Simona Haleppekan, juga mundur dari pertandingan akibat cedera yang dideritanya.

Baca juga: Pliskova tundukkan Kvitova untuk amankan tiket semifinal

Baca juga: Svitolina semakin dekati semifinal WTA Finals

Baca juga: Bertens pecundangi Kerber di Singapura

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pliskova tundukkan Kvitova untuk amankan tiket semifinal

Jakarta (ANTARA News) – Karolina Pliskova menjadi petenis pertama yang melaju ke empat besar WTA Finals, ketika petenis Ceko itu tampil gemilang untuk menundukkan kompatriotnya Petra Kvitova dengan skor 6-3, 6-4 pada pertandingan round robin terakhir mereka yang berlangsung pada Kamis sore WIB.

Mantan petenis peringkat satu dunia itu akan ditemani oleh Elina Svitolina (2-0) atau juara bertahan Caroline Wozniacki (1-1), yang akan menyelesaikan permainan di Grup Putih di Stadion Indoor Singapura pada Kamis malam, di empat besar.

Seperti dilansir laman resmi WTA, Kvitova (0-3) kalah pada dua pertandingan pembukaannya dan paham bahwa hanya kemenangan straight set yang akan memberinya peluang untuk lolos ke fase gugur, namun Pliskova tetap tenang dan fokus untuk mencatatkan kemenangan perdana atas rekan senegaranya dalam empat pertemuan.

Kvitova perlu tampil cepat sejak awal untuk membuat lawannya berada dalam tekanan, namun pergerakan juara Wimbledon dua kali itu begitu minim dan ia melakukan double fault untuk tertinggal 0-4, ketika Pliskova mampu memaksimalkan semua peluang.
 
Perlahan tapi pasti, Kvitova mampu memperbaiki penampilannya, bangkit dua kali dari tertinggal 0-40 untuk memenangi dua gim secara beruntun pada pertengahan set yang akhirnya membuat Pliskova sedikit kerepotan.

Pelatih Pliskova, Rennae Stubs, mendesaknya untuk “tetap disiplin” pada gim berikutnya dan petenis Ceko itu mematuhi saran tersebut untuk meredam insting menyerangnya, ketika ia mengakhiri kiprah Kvitova di turnamen ini dengan menahan set untuk memenangi set pembukaan dalam waktu 41 menit.

Kekalahan di set pembukaan terlihat membuat Kvitova lebih agresif dengan pukulan forehandnya, dan ia sempat menggebrak pada set kedua untuk memimpin 3-0, namun petenis peringkat delapan dunia yang menjadi lawannya itu mampu bangkit dengan brilian untuk mengamankan langkah ke semifinal.

Pada pertandingan selanjutnya, Svitolina asal Ukraina akan melaju jika ia memenangi satu set dari Wozniacki, yang memerlukan kemenangan straight set untuk meneruskan perjuangannya mempertahankan gelar.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Federer kalahkan Krajinovic untuk capai 16 besar Swiss Indoors

Basel, Swiss (ANTARA News) – Petenis unggulan teratas Roger Federer mengalahkan petenis bukan unggulan asal Serbia Filip Krajinovic 6-2, 4-6, 6-4 untuk mencapai putaran 16 besar turnamen Swiss Indoor di Basel, Selasa.

Bermain di depan para penggemar di kampung halamannya, Federer kesulitan menemukan presisi dia dengan melakukan 38 kesalahan sendiri, tapi masih dapat melakukan serangkaian pukulan yang tak terjangkau lawannya, dalam pertandingan yang menghabiskan waktu dua jam.

Pada pertandingan selanjutnya, petenis peringkat tiga dunia Federer, yang delapan kali menjadi juara di Basel, akan menghadapi petenis Jerman Jan-Lennard Struff, yang menundukkan petenis Australia John Millman 7-6(3), 6-2.

Petenis unggulan ketujuh asal Rusia Daniil Medvedev yang sedang dalam bentuk penampilan terbaiknya juga maju ke 16 besar setelah mengalahkan petenis Jerman Maximilian Marterer 6-3, 7-5.

Medvedev, pemenang turnamen Jepang Terbuka bulan ini yang merangkat dari babak kualifikasi, akan menghadapi petenis bukan unggulan asal Italia Andreas Seppi, yang mengalahkan petenis kualifikasi asal Jepang Taro Daniel 6-0, 6-4.

Petenis remaja asal Australia Alexei Popyrin meraih kemenangan di babak utama pertamanya pada ATP Tour, menundukkan petenis senegaranya Matthew Ebden 7-6(4), 6-4.

Hadiah dari kemenangan itu akan berupa perjumpaan dengan petenis unggulan kedua Alexander Zverev jika petenis asal Jerman itu mengalahkan petenis Belanda Robin Haase.

(Reuters/I015/A020)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Svitolina semakin dekati semifinal WTA Finals

Jakarta (ANTARA News) – Elina Svitolina semakin mendekati semifinal WTA Finals berkat kemenangan 6-3, 2-6, 6-3 atas Karolina Pliskova yang dimainkan pada Selasa malam WIB, demikian dilansir laman resmi turnamen.

Dengan hasil ini, petenis Ukraina tersebut mengukir kemenangan keduanya secara beruntun untuk memuncaki klasemen grup.

Svitolina memiliki banyak energi pada awal pertandingan, penuh intensitas, dan bergerak melapisi seluruh area lapangan ketika ia mengumpulkan momentum untuk memenangi set pertama dengan pukulan forehandnya.

Petenis Ukraina ini hampir tampil sempurna sampai pertengahan set kedua, ketika kombinasi peruntungan dan pukulan-pukulan menyilang membuat Pliskova mampu mematahkan serve lawan untuk pertama kalinya, torehan yang ia ulangi dua gim berikutnya untuk menyamakan kedudukan.

Svitolina berjuang keras untuk menahan upaya kebangkitan lawannya pada set penentuan, dan unggul 4-0 sebelum Pliskova kembali mencoba bangkit dari ketinggalan.

Ia hanya perlu mengalahkan Caroline Wozniacki pada Kamis untuk mencapai empat besar untuk pertama kalinya,  namun di klasemen secara matematis keempat petenis masih berpeluang mencapai semifinal.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wozniacki tundukkan Kvitova di Singapura

Jakarta (ANTARA News) – Caroline Wozniacki mengatasi masalah yang sempat menderanya di set kedua dan meraih kemenangan 7-6, 3-6, 6-2 atas Petra Kvitova di ajang WTA Finals yang berlangsung di Stadion Indoor Singapura pada Selasa malam WIB.

Seperti dilansir dari laman resmi turnamen, kedua petenis menuju pertandingan ini setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembukaan mereka. Petenis peringkat ke-3 dunia asal Denmark itu mengakhiri laju tiga kekalahan beruntun dari petenis Ceko yang menjadi lawannya untuk mempertahankan peluangnya di turnamen delapan petenis putri ini setidaknya untuk satu pertandingan lagi.

Wozniacki, yang memulai penampilannya di Grup Putih dengan kekalahan 2-6, 4-6 dari Karolina Pliskova pada Minggu, menghabiskan sebagian besar jalannya permainan melawan Kvitova dengan bertahan di baseline. Namun, konsistensi dan kesabarannya membuat ia menjauh pada set terakhir.

Pertandingan dimulai dengan datar.  Kedua petenis mempertahankan servisnya sebanyak tujuh kali secara beruntun.

Setelah saling mematahkan servis lawan, permainan berjalan lebih sengit, Wozniacki kembali mematahkan servis lawannya untuk mengamankan set pembukaan setelah forehand Kvitova membentur net.

Kvitova mengendalikan jalannya permainan pada set kedua dengan breaknya di awal set, kemudian kehilangan momentum ketika Wozniacki meminta time out untuk mendapat perawatan pada lututnya, sebelum ia menaikkan kembali level permainannya untuk menyamakan kedudukan dengan pukulan backhand pada set point ke-3nya.

Merasakan upayanya mempertahankan gelar berada dalam ancaman, Wozniacki mengumpulkan kekuatan untuk mematahkan servis lawnanya pada awal set penentuan ketika ia memaksimalkan pukulan backhand untuk memenangi reli terpanjang di pertandingan ini, dan kemudian menjauhi kejaran lawannya ketika permainan Kvitova mengendur di set terakhir.

Wozniacki mengamankan kemenangan pada match point pertamanya dengan servis kerasnya yang membuat pengembalian Kvitova keluar lapangan,. 

Kenenangan ini membuat Wozniacki menjaga peluangnya untuk lolos ke semi final dengan syarat memenangi pertandingan terakhir fase round robin melawan Elina Svitolina.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Halep mundur dari WTA Finals karena cedera

Jakarta (ANTARA News) – Petenis putri nomor satu dunia Simona Halep mengundurkan diri dari turnamen WTA Finals karena cedera punggung, Kamis.

Dengan kosongnya satu spot, maka petenis Belanda Kiki Bertens mendapat kesempatan untuk melakukan debutnya di turnamen akhir musim yang hanya diikuti delapan pemain terbaik dunia tersebut di Singapura pekan depan.

Halep mengalami cedera saat latihan menjelang turnamen Wuhan Open bulan lalu. Hasil diagnosa menunjukkan adanya masalah pada piringan tulang belakangnya.

“Selalu berat untuk mengundurkan diri dari sebuah turnamen besar. Ini hal yang pertama bagi saya. Jadi keputusan ini cukup berat tapi penting bagi kesehatan saya,” kata petenis Rumania itu seperti dikutip Reuters.

“Punggung saya sedang sakit. Saya tidak latihan dalam empat pekan terakhir. Saya tidak siap untuk berkompetisi di level ini,” tambahnya.

Halep tahun ini sudah menjuarai Prancis Terbuka dsn mencapai final Australia Terbuka.

Bertens akan menjadi petenis Belanda pertama dalam 20 tahun yang tampil di turnamen WTA Finals setelah Brenda Schultz-McCarthy tahun 1997.

(T004/I015)

Pewarta:
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018